Wanita dan kehidupannya selalu menarik untuk diperbincangkan. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan informasi sekarang ini peranan wanita patut di perhitungkan.
Dilahirkan sebagai seorang wanita Indonesia yang terikat dengan norma serta budaya ketimuran bukanlah merupakan sebuah pilihan. Namun, untuk menjadi seorang wanita Indonesia dengan memiliki wawasan modern tanpa harus melupakan kodrat yang telah ditakdirkan, adalah sebuah pilihan.
Wanita modern adalah seorang wanita yang berwawasan modern tanpa harus melupakan kodratnya. Kaum wanita dapat terjun dan meraih prestasi yang setinggi-tingginya dalam bidang apapun, tanpa mengesampingkan kewajiban utamanya sebagai seorang ibu rumah tangga maupun istri dari seorang suami yang harus mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur, selain tetap menjaga kehormatan suami sebagai sosok kepala keluarga.
Di abad ke 21 ini wanita dituntut untuk lebih dinamis. Bisa mengurus rumah tangga serta berpenghasilan.
Tapi bagaimana caranya? Salah satu caranya dengan bisnis rumahan.
Bisnis Rumahan
Untuk merintis usaha agar cepat berkembang, modal bukanlah segala-galanya. Begitulah kata perencana keuangan, Ligwina Hananto. Ide, keyakinan kuat, mental baja dan usaha ekstra, lebih penting dibanding modal!
● Berhenti berpikir, suatu saat akan datang seseorang dengan ‘sendok emas’ berisi ide. Ide, datang dari diri sendiri. Jadi, temukanlah ide akan berwirausaha apa, siapa calon konsumennya, dan bagaimana menjalankan usaha itu.
● Setelah bertemu apa yang akan dijual, barulah tawarkan dengan berbagai cara dan media. Saat ini, yang sedang tren melalui media online atau jejaring sosial.
● Jangan ragu belajar! Setiap kali memulai usaha, segala rintangan akan datang. Belajarlah dari diri sendiri, orang lain, atau buku.
● Siapkan mental baja. Apabila usaha yang dirintis terpaksa jatuh, sehingga bisa berdiri dan mencobanya kembali. Kecewa wajar, tapi jangan putus asa.
● Tak ada salahnya membuat beberapa usaha sekaligus. Pada akhirnya pasti akan ada
(minimal) satu yang berhasil. Namun bila gagal, harus tetap ingat, wirausaha bukanlah profesi, melainkan cara pandang. Dengan terus mengingat hal itu, tak akan ada lagi rasa malu bila usaha yang dirintis gagal.
● Setiap orang pasti akan memiliki jawaban berbeda ketika bicara soal modal usaha. Yang perlu diperhatikan: seberapa banyak uang yang akan hilang dalam menjalankan usaha itu.
● Bila usahanya berskala rumah tangga, akan lebih baik jika dibuat perencanaan ke
uangan sejak dini. Aturan pertama, pisahkan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi atau rumah tangga. Jangan anggap remeh akuntansi atau pembukuan. Dari situ bisa terlihat usaha ini untung atau merugi. Sehingga ketika usaha semakin besar, transisinya tak akan terlalu berat.
● Jangan memandang rendah karyawan. Jika semua jadi enterpreneur, siapa yang akan jadi karyawan? Belum tentu mereka yang punya usaha akan berpenghasilan lebih besar dari karyawannya, lho!
